Feeds RSS

Senin, 07 Juni 2010

Makalah Kebijakan Deviden

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Untuk memenuhi salah satu tugas kuliah, maka penyusun membuat makalah ini dengan tema kebijakan deviden. Makalah ini penyusun beri judul KEBIJAKAN DEVIDEN.
Alasan mengapa penyusun memilih kebijakan deviden dalam tema makalah ini, karena penyusun ingin mengetahui lebih dalam tentang kebijakan deviden. Dalam makalah ini, penyusun membahas mengenai pengertian kebijakan deviden, factor yang mempengaruhi kebijakan deviden, pendapat tentang kebijakan deviden, macam-macam kebijakan deviden, kebijakan stock deviden, kebijakan stock splits, kebijakan reverse dplits, dan rumus-rumus yang digunakan.
Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi, kebijakan deviden adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang.

1.2 Identifikasi Masalah
Banyak hal yang dapat mempengaruhi kebijakan deviden antara lain yaitu : posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan, pengawasan terhadap perusahaan, kemampuan meminjam, tingkat keuntungan, stabilitas return, dan akses kepasar modal.

1.3 Pembatasan Masalah
Dalam makalah ini penyusun membatasi permasalahan yang akan dibahas, yaitu tentang Kebijakan Deviden.
Penyusun menganggap ini sangat menarik. Adapun tujuan dilakukannya pembatasan masalah ini agar dalam penyampian makalah ini tidak terjadi selang pendapat.
Dalam makalah ini penyusun membatasi permasalahan yang akan dipertanyakan, yaitu :
1.Apakah yang dimaksud dengan kebijakan deviden ?
2.Faktor apa saja yang mempengaruhi kebijakan deviden ?
3.Kebijakan deviden dibagi menjadi berapa macam ?

1.4 Tujuan
1.Menambah ilmu pengetahuan tentang kebijakan deviden
2.Sebagai salah satu syarat menjadi calon assisten Lab. Manajemen
3.Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kebijakan deviden

1.5 Manfaat
1. Mengetahui apa itu kebijakan deviden.
2. Mengetahui factor yang mempengaruhi kebijakan deviden.









BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kebijakan Deviden
Salah satu kebijakan deviden yang harus diambil oleh manajemen adalah laba yang diperoleh oleh perusahaan selama satu periode akan dibagi sebagian untuk deviden dan sebagian lagi di bagi dalam laba ditahan.
Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi Kebijakan Deviden adalah kebijakan untuk menentukan berapa laba yang harus dibayarkan ( deviden ) kepada pemegang saham dan berapa banyak yang harus ditanam kembali ( laba ditahan ).
Deviden adalah pendapatan bagi pemegang saham yang dibayarkan setiap akhir periode sesuai dengan persentasenya. Persentase dari laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada pemegang saham disebut sebagai Deviden Payout Ratio (DPR).

2.2. Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden
Adapun factor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya deviden yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham antara lain :
Posisi likuiditas Perusahaan
Likuiditas perusahaan sangat besar pengaruhnya terhadap investasi perusahaan dan kebijakan pemenuhan kebutuhan dana. Deviden bagi perusahaan merupakan kas keluar, maka semakin besar posisi kas dan likuiditas perusahaan secara keseluruhan, akan semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.
Kebutuhan Dana Untuk Membayar Hutang
Apabila perusahaan mengambil hutang untuk membiayai ekspansi atau untuk mengganti jenis pembiayaan yang lain, perusahaan tersebut menghadapi dua pilihan, yaitu perusahaan membiayai hutang itu pada saat jatuh tempo atau menggantikan dengan jenis surat berharga yang lain. Jika keputusannya membayar hutang tesebut, maka biasanya perlu untuk menahan laba.
Tingkat Ekspansi Aktiva
Semakin cepat suatu perusahaan berkembang, semakin besar kebutuhannya untuk membiayai ekspansi aktivanya, perusahaan cenderung untuk menahan laba daripada membayarkannya dalam bentuk deviden.
Stabilitas Laba
Suatu perusahaan yang mempunyai laba stabil sering kali dapat memperkirakan berapa besar laba dimasa yang akan datang. Perusahaan seperti ini biasanya cenderung membayarkan “DPR” yang tinggi, daripada perusahaan yang labanya berfluktuasi. Deviden yang lebih rendah akan mebih mudah untuk dibayar apabila laba menurun pada masa yang akan datang.

2.3. Pendapat Tentang Kebijakan Deviden
1. Pendapat tentang ketidakrelevanan deviden (irrelevant theory)
Pendapat ini dikemukakan oleh Modigliani dan Miller, yang memberikan argumentasi bahwa pembagian laba dalam bentuk deviden tidak relevan dengan peningkatan kemakmuran atau kekayaan pemegang saham. Karena deviden payout ratio hanya merupakan bagian kecil dari keputusan pendanaan perusahaan, nilai perusahaan ditentukan tersendiri oleh kemampuan aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba atau kebijakan investasi.
2. Pendapat tentang relevansi deviden (relevant theory)
Deviden adalah relevan untuk kondisi yang tidak pasti,
investor dapat dipengaruhi oleh kebijakan deviden.

2.4. Macam-macam Kebijakan Deviden
Kebijakan Deviden Yang Stabil
Artinya jumlah deviden perlembar dibayarkan setiap tahun tetap selama jangka waktu tertentu meskipun pendapatan per lembar saham per tahunny berfluktuasi.
Kebijakan Deviden Dengan Penetapan Jumlah Deviden Minimal Ditambah Jumlah Ekstra Tertentu
Artinya kebijakan ini menentukan jumlah rupiah minimal deviden per lembar saham setiap tahunnya apabila keuntungan perusahaan lebih baik, akan membayar deviden ekstra.
Kebijakan Deviden Dengan Penetapan Deviden Payout Ratio Yang Konstan
Artinya kebijakan ini memberikan deviden yang besarnya mengikuti besarnya laba yang diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar laba yang diperoleh, semakin besar deviden yang dibayarkan dan sebaliknya. Dasar yang digunakan sering disebut denviden payout ratio.
Kebijakan Deviden Yang Fleksibel
Artinya besarnya setiap tahun disesuaikan dengan kondisi financial dan kebutuhan financial dari perusahaan yang bersangkutan.

2.5. Kebijakan Stock Deviden
Adalah kebijakan yang pembayaran devidennya kepada pemegang saham dalam bentuk saham bukan uang tunai. Pemberian deviden tidak akan mengubah besarnya jumlah modal sendiri, tetapi akan mengubah komposisi dari modal sendiri perusahaan yang bersangkutan. Karena pada dasarnya pemberian stock deviden ini akan mengurangi pos laba ditahan dan akan ditambah ke pos modal saham. Tujuan perusahaan memberikan stock deviden adalah untuk menghemat kas karena adanya kesempatan investasi yang lebih menguntungkan. Rumus yang digunakan :

Stock Deviden (SD) : % SD * Jumlah Lembar Saham

2.6. Kebijakan Stock Splits
Merupakan kebijakan untuk meningkatkan jumlah lembar saham dengan cara pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan pegurangan nilai nominal saham yang lebih kecil secara proporsional. Oleh karena itu dengan stock splits harga saham menjadi lebih murah. Tujuan stock splits adalah untuk menempatkan harga pasar saham dalam trading range tertentu. Rumus yang digunakan :
b a
a x Jumlah lembar saham b x Nilai nominal

2.7. Kebijakan Reverse Splits
Merupakan kebijakan untuk menurunkan jumlah lembar saham dengan cara pengurangan jumlah lembar saham menjadi lembar yang lebih sedikit dengan penambahan harga nominal per lembar secara proporsional. Rumus yang digunakan :
a b
b x Jumlah lembar saham a x Nilai nominal

Keterangan : a perbandingan terkecil
b perbandingan terbesar

2.8. Rumus-rumus Yang Digunakan
1. Stock deviden (SD) : % SD x Jumlah lembar saham
2. Saham biasa (SB) : harga nominal x (SD + jumlah lembar saham)
3. Saham biasa baru : SB lama + (SD x HN)
4. Agio saham (AS) :
AS lama + [SD (HP - HN)] jika nilai HP > HN
AS baru – [SD (HN - HP)] jika nilai HP < HP
5. Laba yang ditahan : LYD lama – (SD x HP)
6.Rumus Stock Splits dan Reverse Splits
Keterangan : HP harga pasar
HN harga nominal
2.9. Contoh Soal
1. Diketahui struktur modal PT. YUNANI sebagai berikut :
Saham biasa (@ 1000, 4000 lbr) = Rp. 4.000.000
Agio saham = Rp. 2.000.000
Laba ditahan = Rp. 14.000.000 +
Jumlah modal sendiri = Rp. 20.000.000
Jika perusahaan melakukan :
a.Stock deviden sebesar 10% dari lembar saham biasa sedangkan harga pasar Rp. 1500/lembar. Tentukan struktur modal baru setelah dilakukan stock deviden dan berikan analisanya !
b.Stock splits “two to one”. Tentukan struktur modal baru setelah stock splits dan berikan analisanya !
c.Reverse splits “one to four”. Tentukan struktur modal baru setelah reverse splits dan berikan analisanya !

Jawab :
Stock deviden = 10% x 4000 = 400
Saham biasa = 1000 x (4000 + 4000) = 4.400.000
Agio saham = 2.000.000 + (400(1500-1000))
= 2.000.000 + 200.000 = 2.200.000
LYD = 14.000.000 – (400 x 1500)
= 14.000.000 – 600.000 = 13.400.000




Struktur modal baru PT. YUNANI adalah sebagai berikut :
Saham biasa (@1000,4.400 lbr) = Rp. 4.400.000
Agio saham = Rp. 2.200.000
Laba ditahan = Rp. 13.400.000 +
Jumlah modal sendiri = Rp. 20.000.000
Analisa : jika perusahaan melakukan stock deviden 10%, maka jumlah lembar saham akan berkurang menjadi 400 lembar, agio saham bertambah menjadi Rp. 2.200.000 dan laba ditahan berkurang menjadi Rp. 13.400.000.

b. Stock spilts “two to one”

b x jumlah lembar a x nilai nominal
a b
2 x 4000 = 8000 1 x 1000 = 500
1 2
Jadi, struktur modal baru PT. YUNANI adalah sebagai berikut :
Saham biasa (@500,8000 lembar) = Rp. 4.000.000
Agio saham = Rp. 2.000.000
Laba ditahan = Rp. 14.000.000 +
Jumlah modal sendiri = Rp. 20.000.000
Analisa : Jika perusahaan melakukan stock splits “two to one”, maka jumlah lembar saham bertambah menjadi 8000 lembar, sedangkan nilai nominal saham akan berkurang menjadi Rp. 500/lembar.

c. Reverse splits “one to four”
a x jumlah lembar b x nilai nominal
b a
1 x 4000 = 1000 4 x 1000 = 4000
4 1
Jadi, struktur modal baru PT. YUNANI adalah sebagai berikut :
Saham biasa (@4000,1000 lembar) = Rp. 4.000.000
Agio saham = Rp. 2.000.000
Laba ditahan = Rp. 14.000.000 +
Jumlah modal sendiri = Rp. 20.000.000
Analisa : jika perusahaan melakukan reverse splits “one to four”, maka jumlah lembar saham berkurang menjadi 1000 lembar, sedangkan nilai nominal bertambah menjadi Rp. 4000/lembar.





















BAB III
PENUTUP

1.Kesimpulan
Kebijakan deviden merupakan bagian yang tidak dapat dipisahan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi, kebijakan deviden adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang. Faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden yaitu posisi likuiditas perusahaan, kebutuhan dana untuk membayar hutang, tingkat pertumbuhan perusahaan, pengawasan terhadap perusahaan, kemampuan meminjam, tingkat keuntungan, stabilitas return, dan akses kepasar modal. Pendapat tentang kebijakan deviden yaitu pendapat tentang ketidakrelevanan deviden (irrelevant theory) dan Pendapat tentang relevansi deviden (relevant theory). Macam-macam kebijakan deviden yaitu kebijakan deviden yang stabil, kebijakan deviden dengan penetapan jumlah deviden minimal ditambah jumlah ekstra tertentu, kebijakan deviden dengan penetapan deviden payout ratio yang konstan, dan kebijakan deviden yang stabil.











DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Modul Manajemen Keuangan, Depok.
www.google.com

1 komentar:

Yuzt Aguzto mengatakan...

Thanks

Poskan Komentar