Feeds RSS

Minggu, 16 Mei 2010

PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL

PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL

Sudah tujuh setengah abad lalu Islam masuk ke negeri ini dan mengalami perkembangan yang baik. Sejarah perkembangan Islam dibagi enam periode yaitu :
1.Pertama (711-755 M), periode pertama ini pemerintahan oleh Khalifah Bani Umayah berpusat di Damaskus. Saat itu stabilitas politik di Spanyol belum tercapai sempurna dikarenakan terjadinya perselisihan diantara elit penguasa dan perbedaan pandangan akibat itu sering terjadi perang saudara. Islam saat itu sudah masuk tetapi karena seringnya perang saudara maka Islam belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan.
2.Kedua (755-912 M), Spanyol pada periode ini di bawah pemerintahan Gubernur atau panglima yang bergelar amir. Tetapi tidak tunduk pada Khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang bergelar Al-Dakhil. Penguasa Spanyol saat itu adalah Abdurrahman Al-Dakhil, Hisyam I, Abdurrahman Al-Ausath, Muhammad ibn Abdurrahman, Munzir ibn Muhammad, dan Abdullah ibn Muhammad. Periode ini umat islam mengalami kemajuan baik dalam politik maupun di bidang peradaban, didirikannya sekolah-sekolah, mesjid. Saat itu juga bermunculannya gerakkan Kristen fanatik yang mencari kesyahidan untuk mengganggu kestabilan negara dan Islam.
3.Ketiga (912-1013), Periode Abdurrahman III yang bergelar An-Nasir bergelar Khalifah, gelar itu dipakai mulai tahun 929 M dan Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman al-Nasir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), dan Hisyam II (976-1009 M). Saat itu Islam mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah Baghdad, berdirinya Universitas Cordoba, perpustakaan yang memiliki koleksi ratusan ribu buku, masyarakat juga menikmati kesejahteraan dan kemakmuran dan pembangunan kota berlangsung cepat. Awal kehancuran Khalifah Bani Ummayah di Spanyol adalah ketika Hasyim naik tahta dalam usia sebelas tahun, oleh karena itu kekuasaan aktual di tangan para pejabat.
4.Keempat (1013-1086 M), Spanyol periode ini terpecah menjadi tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif. Periode ini umat Islam Spanyol kembali memasuki masa pertikaian intern. Melihat kekacauan dan kelemahan yang menimpa keadaan politik Islam itu, maka orang-orang Kristen mulai mengambil inisiatif penyerangan.
5.Kelima (1086-1248), Spanyol masih terpecah beberapa bagian negara dan kekuasaan berada di dinasti Murabithun (086-1143 M) dan dinasti Muwahhidun (1146-1235 M). Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur tetapi tidak lama kemudian tentara Kristen memperoleh kemenangan. Dan Islam pun mengalami kemunduran.
6.Keenam (1248-1492 M), Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Islam mengalami kemajuan kembali seperti zaman Abdurrahman an-Nasir. Secara politik dinasti ini berkuasa di wilayah yang kecil. Kejayaan Islam di Spanyol, kejayaan Islam di Spanyol telah mengantarkan wilayah ini dengan sejumlah penemuan ilmiah revolusioner. Dalam kurun waktu tiga tahun Islam telah Islam telah menyebar ke seantero Spanyol. Islam masuk dengan damai, cepat menyebar dan membangun peradaban. Ulama terkemuka seperti Ibnu Rusyd (1126-1198) terkenal di Barat dengan nama Averous seorang ilmuan handal dan filosofis seperti yang dikatakan bahwa filsafat tak berarti apa-apa jika tak bisa menghubungkan ilmu pengetahuan, agama, dan etika dalam suatu relasi harmonis. Firman Allah, Al-Qur’an menjadi satu-satunya pembimbing kita untuk sampai pada tujuan hakiki dari hidup ini.
”Pengetahuan itu satu karena dunia juga satu, dunia satu karena Allah juga satu”, prinsip ”tauhid” semacam ini yang menjadi koridor berpikir para ilmuan muslim dalam mengembangkan sains dan teknologi dan sekaligus sebagai pendorong semangat para ilmuan muslim Spanyol.
Selain Ibnu Rusyd masih banyak para ilmuan-ilmuan Islam Abu Abbas Al-Fernass yang terlebih dahulu menemukan alat transportasi penerbangan dan sayangnya belum sempurna. Dari dunia kedokteran, Az-Zahrawi dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan teknik pembedahan manusia. Dari bidang astronomi, Az-Zarqalli yang memperkenalkan astrolabe yaitu suatu instrumen untuk mengukur jarak sebuah bintang dari horizon bumi.
Ilmuan muslim telah mengembangkan sistem pendidikan yang memikat para pelajar dari Eropa, kajian filsafat muslim Spanyol mengalir ke seluruh kawasan barat. Ulama Muslim terkemuka Ibnu Kaldun menilai metode pendidikan yang dikembangkan ”mengarahkan seseorang untuk mengerti sesuatu melalui apa yang dikerjakannya”. Ibnu Kaldun menyebutnya ”metode belajar dengan hati” atau ”learning by doing”.

0 komentar:

Poskan Komentar