Feeds RSS

Minggu, 16 Mei 2010

WADAH PLASTIK ATAU WADAH MELAMIN YANG BERBAHAYA ??????

WADAH PLASTIK ATAU WADAH MELAMIN YANG BERBAHAYA ??????

Beberapa waktu lalu kita dipusingkan oleh berita yang mengatakan bahwa wadah yang terbuat dari plastik berbahaya bagi kesehatan kita, tetapi tidak hanya wadah plastik yang berbahaya, tetapi juga ada bahan melamin yang berbahaya. Hal itu perlu dimengerti sebab selama ini masyarakat tahunya perangkat dari melamin cukup aman.
Perangkat makan yang terbuat dari melamin banyak dijual di pasaran dengan warna memikat dan harga murah. Jangan sampai terkecoh dan akhirnya mengesampingkan kualitas. Perangkat makan yang tersebar di pasaran dengan harga murah sering kali tidak aman bagi kesehatan.
Melamin merupakan bentuk lain yang tak lepas dari zat berbahaya bernama formaldehid. Seperti halnya polymer, formaldehid juga mudah luruh. Formaldehid akan mudah luruh bila wadah melamin itu terpaparlangsung matahari atau bergesekan dengan benda lain. Formaldehid jika masuk ke dalam tubuh dalam jangka panjang dapat memicu kanker. Tidak semua produk melamin berbahaya. Yang berbahaya ialah yang memiliki kandungan formaldehid tinggi. Produk melamin asli buatan lokal justru cukup aman sebab kandungan formaldehid-nya rendah.
Melihat bahaya yang biasa ditimbulkan dari melamin, maka sebelum menggunakan perhatikan cara memanfaatkannya seperti berikut ini :
1.Bakar ujung produk melamin. Jika melamin palsu maka polymer akan terurai dan gas formaldehid menyengat hidung. Sedangkan yang asli hanya akan gosong tanpa bau gas menyengat.
2.Melamin palsu akan sangat mudah berubah warna akibat zat warna minuman teh atau kopi, sedangkan melamin asli memiliki warna yang cenderung stabil.
3.Jika memiliki perangkat makan yang terbuat dari melamin yang sudah using, banyak goresan dan berubah warna sebaiknya jangan digunakan lagi. Barangkali perangkat itu bias difungsikan untuk keperluan lain misalnya untuk tatakan pot atau dihias kembali untuk menjadi pajangan.
Di salah satu artikel Kompas.com pernah disebutkan tentang bahan-bahan makanan yang perlu dikonsumsi untuk membuat kulit tetap sehat. Berikut adalah makanan-makanan (dan minuman) yang perlu dihindari jika ingin memaksimalkan kulit sehat nan cantik.
Camilan asin
Murad, dokter kulit kenamaan, menyatakan bahwa asupan sodium bisa mengisap kelembaban kulit dan membuatnya kering. Inilah yang menyebabkan kantung mata, mata sembab, dan bengkak. Hindari camilan asin untuk tetap terlihat cantik.
Alkohol
Sama seperti sodium, minuman beralkohol membuat kulit kering. Alkohol membuat lapisan atas saluran darah, semacam bentuk peradangan yang menghasilkan kerusakan kulit.
Makanan yang digoreng
Ketika dipanaskan dengan temperatur tinggi, minyak sayur seperti yang digunakan di kebanyakan restoran cepat saji bisa menimbulkan 4-hydroxy-trans-2-nonenal yang juga disebut HNE. Hal ini bisa menyebabkan sel-sel kulit mati. Kulit mati bisa menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan kusam. Belum lagi apa yang diakibatkan pada tubuh Anda yang lainnya.
Karbohidrat Olahan
Ini maksudnya permen, cake, dan makanan olahan lain. Makanan semacam ini penuh gula dan tepung putih yang membuat suplai androgen, hormon produksi minyak pada tubuh, meninggi. Sebuah studi menunjukkan, partisipan yang diet rendah gula tak memiliki banyak jerawat dibandingkan orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan olahan. Lebih parah, karbohidrat semacam ini bisa menyebabkan glycation, yang membuat kolagen dan elastin lebih mudah menyerap dan rusak akibat radikal bebas.

CARA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

CARA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR

Belajar kadang menimbulkan rasa malas pada diri seseorang, banyak hal yang menyebabkan seseorang malas untuk belajar seperti pelajaran yang tidak disukai, guru yang membosankan dan sifat malas itu sendiri yang ada pada diri orang tersebut yang mengakibatkan orang malas untuk belajar.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual.
Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya.
Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan. Berikut ini beberapa contoh motivasi belajar dari faktor eksternal yaitu sebagai berikut :
Bergaullah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Banyak sekali orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita perlu bergaul dengan orang-orang yang memiliki sifat optimis agar kita tertular semangat, gairah, dan rasa optimis pada diri kita.
Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang penjual minyak tanah atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang penjual minyak tanah, maka kita pun turut terciprat bau minyak tanah, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.

Minggu, 04 April 2010

Tugas Bhs. Indonesia ( Biografi )

KHALIL GIBRAN

Khalil Gibran lahir di kota Bsharre yang dibanggakan sebagai pengawal Hutan Cedar Suci Lebanon, tempat Raja Sulaiman mengmbil kayu untuk membangun kuilnya di Yerusalem. Ia lahir dari keluarga petani miskin. Ayahnya bernama Khalil bin Gibran dan ibunya bernama Kamila.
Ketika lahir orang tuanya memberinya nama Gibran, sama seperti nama kakek dari ayahnya. Hal ini merupakan kebiasaan orang-orang Lebanon pada masa itu. Maka lengkaplah namanya menjadi Gibran Khalil Gibran, yang kemudian lebih dikenal dengan Kahlil Gibran atas anjuran para gurunya di Amerika yang mengagumi kejeniusannya. Nama yang sekarang ini sekaligus mengubah letak huruf “h” dari nama yang diberikan orang tuanya.
Kahlil Gibran yang lahir pada 6 Januari 1883, dikenal sangat dekat dengan ibunya. Bahkan guru Gibran yang pertama adalah ibunya sendiri. Dari janda Hanna Abdel Salam inilah mula-mulaGibran mengenal kisah-kisah terkenal Arabia dari zaman khalifah Harun al-Rasyid, Seribu Satu Malam dan Nyanyian-nyanyian Perburuan Abu Nawas. Dan ibunya pula yang menanam andil besar dalam membentuk Gibran sebagai penulis dan pelukis dunia.
Sejak Gibran kecil, Kamila, sang ibu sudah berusaha menciptakan lingkungan yang membangkitkan perhatian Gibran pada kegiatan menulis dan melukis, dengan memberinya buku-buku cerita serta satu jilid buku perkumpulan reproduksi lukisan Leonardo da Vinci. Hal ini boleh jadi karena ibunya memang seorang yang terpelajar yang menguasai beberapa bahasa di luar bahasa Arab dan bahasa Suryani seperti, bahasa Perancis dan Inggris.
Karena himpitan ekonomi yang tak tertahankan, maka pada tahun 1895, Gibran dibawa keluarganya pindah ke Boston, Amerika Serikat. Selama dua setengah tahun Gibran memasuki sekolah negeri di Boston yang dikhususkan bagi anak laki-laki. Selanjutnya ia pindah ke sekolah malam selama setahun untuk memperdalam ilmu pengetahuan umumnya.
Untuk biaya pendidikan di sana, saudara tirinya Peter dan ibunya berjuang untuk itu. Atas permintaannya sendiri, Gibran dikirim kembali oleh ibunya ke Lebanon untuk mengembangkan bahasa ibunya. Ia lantas masuk Madrasah al-Hikmat (sekolah filsafat) dari tahun 1898 hingga 1901. Di sekolah ini ia mengikuti berbagai kuliah antara lain, hukum internasioanl, musik, kedokteran, dan sejarah agama.
Gibran menamatkan pendidikannya di Madrasah al-Hikmat pada tahun 1901 dalam usia delapan belas tahun dengan mendapat pujian (cum laude). Sebelumnya, yaitu pada tahun 1900, Gibran pun tercatat sebagai redaktur majalah sastra dan filsafat Al-Hakikat (kebenaran).
Masa kepenyairan Gibran terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama dimulai tahun 1905 dengan karya-karyanya antara lain: Sekilas tentang Seni Musik (Nubdzah fi fann al-Musiqa, 1905), Puteri-puteri Lembah (Arais al Muruj, 1906), Jiwa-jiwa yang Memberontakkan (Al-Arwah Al-Muttamarridah, 1908), Sayap-sayap Patah (Al-Ajniha’I Muttakassirah, 1912), Air Mara dan Senyum (Da’ah wa’ibtisimah,1914), Tahap ini disebut tahap kepenyairan Gibran dalam bahasa Arab. Adapun tahap kedua dari tahap kepenyairan ialah dimulai pada tahun 1918 dan disebut sebagai tahap kepenyairan dalam bahasa inggris. Karya-karyanya antara lain: Si Gila (The Madman, 1918), Sang Nabi (The Prophet, 1923), Pasir dan Buih (Sand and Foam, 1926), dan masih banyak lagi.
Pada akhirnya ia memang tercatat pula berhasil dalam bidang seni lukis, malah seorang sahabatnya yaitu Henry de Boufart memberi komentar atas kemampuannya dalam seni lukis dengan berkata ”Dunia pasti mengharap banyak dari penyair pelukis Lebanon ini, yang sekarang telah menjadi William Blaike abad ke-20.
Hari-hari terakhir Gibran dihabiskannya dengan kegiatan menulis dan melukis di sebuah studio ”pertapan”nya di New York. Di sini ia hanya ditemani oleh saudara perempuannya yamg masih hidup, Mariana.
Gibran meninggal dunia pada tanggal 10 April 1931 karena sakit lever dan paru-paru. Jasad bekunya dibawa orang pulang ke Lebanon dan dimakamkan di Lembah Kadisnya.

Sumber: Finoza Lamuddin, S.S., Komposisi Bahasa Indonesia, edisi kelima, penerbit Mawar Gempita, Jakarta, 1998.

Tugas Bhs. Indonesia ( Sinopsis Novel )

Sinopsis Novel Salah Asuhan

Istri Pemberian Ibunya

Di rumah Hanafi, di Solok, sunyi senyap keadaanya. Siang malam pintu di muka tidak dibuka, sedang lampu di beranda muka pun tidaklah pernah menyala. Dari jalan raya kelihatan rumah itu sebagai rumah tinggal, seolah-olah bukan Hanafi saja yang keluar, melainkan seisi rumahlah rupanya yang pergi tamasya. Hanya kereta kecil berisi Syafei yang ditolak oleh si Buyung setiap pagi dan petang di tepi jalan menandakan, bahwa kaum keluarga Hanafi masih ada di Solok.
Rapiah dan mertuanya tidak pernah keluar rumah. Sekalian orang yang datang bertandang sudah mengetahui, bahwa mereka tak usah lagi mengetuk pintu atau berseru-seru di beranda muka, melainkan bolehlah terus ke belakang saja buat menemui orang rumah.
Seorang pun diantara segala sahabat Hanafi tak datang ke rumahnya, karena selama ini yang dicari oleh mereka hanyalah Hanafi saja, sedang ahli rumahnya yang lain hanyalah berguna buat menyediakan hidangan belaka.
Kedua perempuan itu, mertua dan menantu, sedang asyik bekerja di dapur. Syafei tidur nyenyak dalam buaian di beranda belakang, diayun-ayunkan oleh si Buyung.
”Sebanyak itu Ibu menggulai, serupa ada tamu yang dinanti makan.” kata Rapiah dengan tersenyum.
”Buat orang berpuasa, masih sedikit hidangan sebegini, Rapiah! Lihatlah yang baru siap: Anjang lauk sapi,krabu bunga kelikih, boboto cara padang, sedang yang hendak ibu siapkan tinggal lagi besengek dan kari Menggala.
”Ibu sendiri hanya gemar pada daun-daun saja, tapi ibu menyediakan daging sekian banyaknya. Siapakah yang hendak memakannya?”
”Sebab engkau berpuasa, Rapiah. Tidak puas hati ibu, jika makananmu kurang sepertinya. Meskipun akan kau makan atau tidak, asal makanan cukup sedia, hati ibu pun senang.”
”Sudah kedelapan kali Kamis ini aku berpuasa sunat, Ibu, dan selama itu pula ayah Syafei meninggalkan kita. Selama ia masih di dalam perjalanan, tak akan rumpangnya aku berpuasa sunat setiap hari Senin dan Kamis.”
”Berpuasa sunat itu besar manfaatnya, Rapiah. Tapi sementara itu wajib benar bagimu memelihara kewarasan tubuhmu. Jangan rupamu secara ini, tinggal kulit pembalut tulang saja.”
”Benar sekali badanku menjadi kurus, Ibu. Tapi bukanlah kurus itu disebabkan oleh berpuasa. Meskipun kurus, tetapi perasaanku kesehatan tubuh tiadalah menggangu.”
”Sebab engkau tidak suka merasakan, jadi pada sangkamu tiadalah kesehatan tubuhmu terganggu, Rapiah! Tetapi janganlah engkau lupa, bahwa kesehatanmu itu bukanlah berguna buat tubuhmu sendiri melainkan haruslah kau bagi dua dengan Syafei. Lihatlah pula keadaan anakmu, sudah kuning pucat warna kulitnya.”
Sudah beberapa hari kupikirkan hendak kuceraikan dia menyusu, Bu! Anak-anak orang lain sudah lama diceraikan, bila sudah berumur satu tahun. Tapi Syafei masih menyusu saja. Hendak kuceraikan menyusui, sungguh tak sampai hatiku, Bu. Ajaib, tangisnya makin lama makin sedih.”
”Sebab tubuhnya kurang waras.”
”Bukan karena itu saja, Bu. Acap kali kutilik perangainya tengah-tengah malam. Dengan tidak sadar, melainkan di dalam tidur nyenyak, biasa benar ia tersedu-sedu, sambil mencucurkan air matanya. Dengan seketika itu pula ia berhenti menghisak, air matanya keringlah, lalu tidur pulalah ia dengan nyenyak.”
”Biasa jua kanak-kanak berlaku demikian di dalam tidurnya, Rapiah.”
”Boleh jadi kebiasaan kanak-kanak serupa itu. Tetapi hatiku cemas-cemas saja. Rupanya atas diri ayah Syafei sudah timbul bencana, Bu. Hampir setiap malam aku bermimpi yang buruk-buruk saja. Jangan-jangan ayah Syafei.....”
”Mimpi asalnya dari kenangan, Piah! Setiap hari engkau mengenangkan Hanafi saja, sampai tubuhmu menjadi kurus, sedang anakmu pun turut pula menanggungkannya. Sesungguhnya hidupmu lebih aman jika Hanafi tidak di rumah.”
Rapiah tidak menyahut. Hanya darahnya menyesak naik ke kepala, hingga daun-daun telinga dan kedua belah pipinya berwarna merah. Maka air kelapa yang diperahkannya dari tapisan ke dalam sebuah belanga, dengan tidak sengaja sudah dicucurkannya ke dalam sebuah pasu bekas pencuci-cuci.
Ibu Hanafi melihatkan perangai menantunya yang tidak sadarkan diri itu dengan amat belas kasihan.
”Rapiah, Rapiah!” katanya. ”Sekiranya Hanafi bukan anak kandungku, tentu kunasihati engkau, lebih baik kau minta talak tiga saja daripada menghilang-hilangkan pikiran karena merindukannya. Insyaflah .... ke manakah air santan itu engkau perah?”
Dengan terkejut Rapiah melihat perbuatannya itu. Seketika itu tapisan santan pun sudah ditahankannya di atas belanga yang sudah berisi daging yang hendak di masak. Tetapi dengan tidak dapat ditahan-tahankannya lagi, menghilir dan berderai-derailah air matanya jatuh ke tanah.
”Akan batal puasamu, jika hatimu engkau perturutkan, Rapiah! Sudahlah......apalah yang engkau tangiskan? Sudah sebulan ia di jalan, sebentar lagi tentu ia kembali pulang.”
”Bukan saja perceraian ini yang aku rusuhkan, Ibu,” sahut Rapiah dengan sesak napas dan menghisak-hisak. ”Entah apalah sebabnya, tetapi dalam seminggu ini hatiku sudah tak senang-senang lagi. Entah alamat apa yang sudah datang pada diriku, aku tak dapat mengatakannya, tetapi perasaanku sudah lain. Kata orang, kita tidak boleh percaya akan takhayul, tapi banyak pula orang berkata, jika sanggul rambut terlepas sedang makan, alamat suami hendak direbut orang. Benarkah demikian, Bu?”
”Uah! Semata-mata takhayul! Jika kita mesti memberi arti kepada segala pertandaan yang menjadi kepercayaan orang dahulu, niscaya kita tak kan dapat bersenang hati, karena sepanjang hari ada sajalah pertandaan yang timbul. Perkara sanggul terlepas itu janganlah engkau cemaskan. Sebab engkau merindukan suamimu, segala fiilmu sudah berubah.
Selama ini kau perlukan benar-benar berhias dan bersisir, sanggulmu selesai saja dari pagi sampai malam. Tapi di masa-masa yang akhir ini rupanya kau haramkan benar cermin dan sisir itu. Bersisir dan berminyaklah, pasang sanggul rambutmu secara mestinya, tentu rambut tak akan memberi tanda-tanda buruk lagi kepadamu, Rapiah.”

Sumber: Kasanah Umi, S.Pd., Bahasa dan Satra Indonesia, penerbit Graha Pustaka, Jakarta.

Tugas Bhs. Indonesia ( Resensi )

RESENSI

Judul buku : Jalan Tak Ada Ujung
Pengarang : Mochtar Lubis
Penerbit : Balai Pustaka, Jakarta 1952
Tebal Buku : 140 halaman


Buku Jalan Tak Ada Ujung karangan Mochtar Lubis ini, dapat dinamakan roman dan tidak salah kalau disebut juga novel. Dinamakan roman, karena tidak ada kesatuan tema dan tidak ada kepaduan pengupasan. Disebut novel, karena hanya menceritakan sebagian saja dari apa yang dialami pelaku sebagaimana yang biasa terdapat pada novel.
Kejadian yang diceritakan dalam buku ini berlangsung di Jakarta, kurang lebih sekitar tahun 1946 sampai 1957. Waktu itu, Indonesia terus-terusan dirundung kekacauan. Jepang menyerahkan Indonesia kepada sekutu, dan dalam tubuh sekutu terbonceng Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, tentu mengalami kekacauan lebih istimewa.
Dalam situasi yang serba kacau ini, seorang guru bernama Guru Isa senantiasa mengalami ketakutan. Untuk menyembunyikan rasa takutnya itu, Guru Isa melakukan perbuatan-perbuatan yang dinilai orang sebagai perbuatan berani dan bersifat pahlawan.
Hazil, sahabat Guru Isa, tampak sebagai seorang pemberani dan ikut membantu perjuangan. Hazil berjuang demi cita-cita pribadi. Guru Isa berjuang karena ketakutannya, namun batinnya sangat menolak. Guru Isa takut dituduh tidak cinta tanah air dan takut dituduh mata-mata musuh.
Ketika Guru Isa dan Hazil tertangkap, mereka mendapat siksaan. Hazil yang selama ini dikagumi Guru Isa begitu mudah menyerah. Beberapa kali tamparan saja membuat Hazil mengakui perbuatannya dan mengkhianati teman seperjuangannya. Lain halnya dengan Guru Isa, yang selama ini berbuat karena ketakutannya, ternyata bertahan dan tidak mengaku. Malah ketika akan disiksa lagi, rasa takutnya menjadi hilang. Rupanya kekejaman yang luar biasa dari pihak musuh bukan membuatnya jadi lumpuh, malah sebaliknya, jiwanya bangkit, rasa beraninya berkobar. Dengan hilangnya rasa takut itu, sembuh pula penyakitnya, yaitu birahi kelaki-lakiannya pun bangkit. Betapa bahagia Guru Isa sebab ketika rasa takutnya selalu menghantuinya, birahi laki-lakinya lumpuh.
Jika dikaitkan dengan judul buku ini, ucapan Hazil di akhir cerita tampaknya merupakan tema kuat dari buku ini. ”Bagiku hidup adalah tujuan, dan bukan alat untuk mencapai tujuan. Kebahagiaan manusia adalah dalam perhubungan orang-seorang yang sempurna dan harmonis dengan manusia lain. Negara hanyalah alat. Dan individu tidak boleh diletakkan di bawah negara. Ini musik hidup. Ini perjuanganku. Ini jalan tak ada ujung yang kutempuh. Ini revolusi yang kita mulai. Revolusi hanya alat mencapai kemerdekaan. Dan kemerdekaan juga hanya alat memperkaya kebahagiaan dan kemuliaan kehidupan manusia-manusia”.
Pengarang, melalui buku ini, hendak menelanjangi Hazil, lambang kebanyakan pejuang pada waktu itu berjuang demi cita-cita pribadi. Sekali dua kali tampar, langsung menyerah. Tujuan perjuangannya adalah hidupnya sendiri, kebahagian sendiri, dan kepentingan diri sendiri. Akan tetapi, Guru Isa yang berjuang karena rasa takutnya itu, tampil menjadi seorang pahlawan.
Mungkin orang menilai perubahan jiwa Guru Isa yang menjadi pemberani, sesuatu yang dibuat-buat dan membuat nilai cerita ini rendah. Akan tetapi, jika dikaji dari sudut psikoloagis, perubahan tersebut adalah hal yang wajar dan dapat diterima akal.
Gaya bahasa Mochtar Lubis dalam buku ini sama seperti gaya sastrawan angkatan 45 pada umumnya. Di sana-sini tampak perbandingan baru dan orisinil. Bukan gaya bahasa klise. Jalan cerita cukup lancar. Apalagi karena dibumbui dengan seks, novel ini mempunyai daya tarik tersendiri. Peristiwa demi peristiwa mengalir menurut menuruti waktu.

Sumber : Kasanah Umi, S.Pd., Bahasa dan Satra Indonesia, penerbit Graha Pustaka, Jakarta.

Kamis, 04 Maret 2010

PEMANASAN GLOBAL




Nama : Duwi Nopiyanti

NPM : 20208395

Kelas : 2 EB 03




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Untuk memenuhi salah satu tugas kuliah, maka penyusun membuat makalah ini dengan tema global warming. Makalah ini penyusun beri judul DAMPAK GLOBAL WARMING.

Alasan mengapa penyusun memilih global warming dalam tema makalah ini, karena penyusun ingin mengetahui lebih dalam tentang pemanasan global yang saat ini terjadi di bumi kita. Dalam makalah ini, penyusun membahas mengenai pengertian pemanasan global, penyebab pemanasan global, dampak pemanasan global, cara untuk mengurangi pemanasan global.

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21. Penyebab pemanasan global ada 4 macam, yaitu efek rumah kaca, efek umpan balik, variasi matahari, dan akibat tingkah laku manusia itu sendiri.

1.2 Identifikasi Masalah

Banyak hal yang dapat menyebabkan timbulnya global warming, antara lain efek rumah kaca, efek umpan balik, dan variasi matahari.

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam makalah ini penyusun membatasi permasalahan yang akan dibahas, yaitu tentang Dampak Global Warming.

Penyusun menganggap ini sangat menarik. Adapun tujuan dilakukannya pembatasan masalah ini agar dalam penyampian makalah ini tidak terjadi selang pendapat.

Dalam makalah ini penyusun membatasi permasalahan yang akan dipertanyakan, yaitu :

1. Mengapa saat ini suhu di bumi semakin panas ?

2. Apa saja yang menyebabkan pemanasan global

3. Bagaimana cara mengurangi pemanasan global ?

1.4 Tujuan

1.4.1 Tujuan Umum

1. Memperkaya wawasan mengenai lingkungan alam.

2. Lebih cinta terhadap lingkungan alam sekitar.

1.4.2 Tujuan Khusus

1. Sebagai salah satu tugas kuliah.

2. Mengetahui penyebab pemanasan global.

1.5 Manfaat

1. Mengetahui apa itu global warming.

2. Mengetahui penyebab global warming.

3. Mengetahui dampak dari global warming.

4. Mengetahui bagaimana cara mengurangi global warming.

BAB II

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Global Warming

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

3.2 Penyebab Global Warming

Global Warming disebabkan oleh beberapa hal, antara lain yaitu :

3.2.1 Efek Rumah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F)dari temperaturnya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

3.2.2 Efek Umpan Balik

Anasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

3.2.3 Variasi Matahari

Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.

3.3 Dampak Global Warming

Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. Terdapat beberapa dampak yang diakibatkan oleh global warming atau pemanasan global yaitu :

3.3.1 Iklim Mulai Tidak Stabil

Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.

Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[29]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.

3.3.2 Peningkatan Permukaan Laut

Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.

Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai.

3.3.3 Gangguan Ekologis

Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah

3.3.4 Dampak Sosial dan Politik

Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut.

3.4 Cara Untuk Mengurangi Global Warming

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah pemanasan global dimasa depan antara lain yaitu :

1. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut.

2. Pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi.

3. Memperlambat bertambahnya gas rumah kaca dengan cara pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

4. Tidak memakai alat-alat rumah tangga yang mengandung CFC yang dapat merusak lapisan ozon.

5. Penanaman hutan kembali, Indonesia berpotensi mengurangi suhu bumi secara global sebesar rata-rata 0,4 derajat celsius jika berhasil melakukan reforestasi (penghutanan kembali, Red) dalam jangka waktu 100 tahun ke depan.

BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global termasuk Indonesia yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21. Penyebab global warming yaitu efek rumah kaca, efek umpan balik, dan variasi matahari. Dampak dari global warming itu sendiri yaitu iklim mulai tidak stabil, peningkatan permukaan laut, gangguan ekologis, serta gangguan sosial dan politik. Salah satu cara untuk mengurangi global warming adalah dengan memperlambat bertambahnya gas rumah kaca.

4.2 Saran

· Lebih menjaga lingkungan sekitar.

· Tidak melakukan penebangan hutan sembarangan.

· Tidak memakai alat-alat rumah tangga yang mengandung CFC yang dapat merusak lapisan ozon.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

file:///D:/global%20warming%20%C2%AB%20hermawan%27s%20Blog.htm

file:///D:/HUTAN%20INDONESIA%20BISA%20TURUNKAN%20SUHU%20BUMI%20%C2%AB%20Jadilah%20Sahabat%20Bumi.htm

Senin, 04 Januari 2010

Arti, Pengertian, Definisi, Fungsi dan Peranan Koperasi / Koprasi Indonesia dan Dunia - Ilmu Ekonomi Koperasi / Ekop

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi Indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di Indonesia.
- Landasan Idiil = Pancasila
- Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
- Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1
A. Fungsi Koperasi / Koprasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian Indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi Indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara Indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat Indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat Indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di Indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada